Tips Merawat Luka Sunat agar Cepat Kering

Tips Merawat Luka Sunat agar Cepat Kering
Sunat merupakan khitan atau sirkumsisi (Inggris: circumcision) adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis. Frenulum dari penis dapat juga dipotong secara bersamaan dalam prosedur yang dinamakan frenektomi. Proses sunat yang menimbulkan luka kecil di ujung penis tentu memerlukan perawatan agar tidak terjadi infeksi. Luka ini tergolong kecil, sehingga apabila dibiarkan akan sembuh dengan sendirinya. Namun, karena usia anak yang menjalani sunat biasanya relatif masih kecil dan aktif bergerak, tentulah memerlukan perawatan agar sembuh dengan cepat. Berikut adalah penjelasan mengenai “Tips Merawat Luka Sunat agar Cepat Kering”. Klinik Az-Zahra Call 082134495179.

Tips Merawat Luka Sunat agar Cepat Kering
Berikut adalah penjelasan dari tips merawat luka sunat agar cepat kering :

1. Minum obat 

Sebelum dikhitan, dokter memberikan obat bius lokal yang langsung disuntikkan pada saraf-saraf yang menuju kulit preputium yang hendak dipotong. Obat bius ini sangat penting guna menghilangkan rasa nyeri selama proses khitan hingga beberapa menit - jam setelahnya. Ketika efek bius sudah hilang, maka pasien akan merasakan kesakitan. Untuk itu, dokter membekali beberapa obat, setidaknya terdiri dari analgesik, antibengkak dan radang, serta antibiotik. Ketiga obat ini sebaiknya segera diminum tepat setelah proses khitan selesai. Tujuannya agar anak tidak merasakan sakit akibat jeda hilangnya bius dengan minum obat analgesik. Perlu dijelaskan bahwa algesik adalah obat anti-nyeri, sedangkan antibiotik berfungsi untuk mencegah infeksi. Antibiotik harus dihabiskan, sedangkan yang lainnya cukup diminum sesuai keluhan. Jadi, pastikan anda telah mengetahui masing-masing jenisnya dan pastikan pula untuk mengonsumsinya sesuai arahan dokter.

2. Istirahat

Umumnya dokter menutup luka khitan dengan kasa yang sebelumnya telah diolesi dengan cream antibiotik, atau istilahnya diperban. Kasa ini bertujuan untuk melindungi luka tersebut agar tidak mudah tercemar dengan lingkungan sekitar. Juga berguna untuk menyerap rembesan darah apabila terjadi. Meskipun demikian, beberapa dokter tidak menggunakan kasa untuk menutupi luka khitan dengan alasan tak ada perdarahan. Jadi, cream antibiotik langsung dioleskan pada luka jahitan sunat. Istirahat setelah disunat mutlak diperlukan, guna menenangkan si anak, baik fisik ataupun mentalnya. Meskipun ketika ia tidak merasakan kesakitan atau trauma sedikit pun.

3. Hindari aktifitas berat

Mengingat jahitan baru saja dibuat, perban juga baru dipasang, maka di samping istirahat tentu saja anak tidak boleh melakukan aktifitas fisik yang berat. Misalnya lari-lari, main bola, dan aktifitas sejenis. Hal ini bertujuan untuk menghindari perdarahan, terlepasnya jahitan, ataupun perban.

4. Jaga perban tetap kering dan bersih

Jangan biarkan benda-benda kotor, air, dan sebagainya mengenai perban. Jika hal ini sampai terjadi, maka risiko infeksi akan meningkat, karena bakteri senang dengan lingkungan kotor, basah, dan lembab. Jadi selalu kenakan pakaian untuk melindungainya, namun pakaian tersebut tidak boleh menyentuh langsung. Oleh sebab itu, untuk menjaga hal ini, maka sebaiknya anak dikenakan celana khusus khitan “celana khusus khitan”. Area khitan alangkah lebih baik jika tidak di kipasi, guna menghindari pencemaran dari debu atau udara kotor. Jika anak mengeluhkan nyeri, cukup gunakan obat analgesik dari dokter. Konsultasikan kembali apabila obat tidak bekerja.

5. Hindari air seni mencemari luka

Jika air seni tidak boleh mencemari perban, lantas bagaimana cara buang air kecil yang baik?  Pertama-tama siapkan beberapa lembar tissue kering. Ambil posisi buang air kecil seperti biasa, yaitu duduk jongkok. Setelah selesai segera keringkan dengan tisu sebanyak 3 kali.

6. Kenakan pakaian longgar

Area yang baru saja di sunat tentu terasa nyeri dan lebih sensitif, oleh sebab itu diupayakan agar jangan sampai tersenggol, termasuk oleh pakaian. Di samping itu, pakaian ketat atau terlalu rapat juga membuat aliran darah kurang lancar, kelembapan meningkat, sehingga memperlambat proses penyembuhan. Oleh karena itu, lebih baik anak di pakaikan sarung seperti orang-orang yang sunat di zaman dahulu. Di samping longgar, sarung juga memberi kemudahan ketika harus sering ke toilet ataupun ketika perawatan luka khitan.

7. Rutin membersihkan luka

Cara merawat luka khitan selanjutnya sesuai dengan anjuran dokter. Pada kontrol selanjutnya biasanya sudah tidak di perban lagi. Jika ternyata masih basah, alias ada cairan yang keluar, maka itu wajar saja. Cukup sediakan kasa steril untuk mengeringkannya (bukan membalutnya). Kecuali jika di kemudian hari terdapat cairan putih atau kuning kental dan berbau busuk, maka itulah nanah. Nanah mengindikasikan terjadinya infeksi, yang biasanya disertai dengan nyeri dan demam. Jika hal ini terjadi kontrol ulang ke dokter untuk mendapatkan saran lanjutan. Bila perlu dokter membekali cairan antiseptik atau krim antibiotik untuk diaplikasikan pada luka guna mencegah sekaligus mengatasi infeksi. Perawatan ini dilakukan sehari dua kali setelah mandi.

8. Alihkan perhatian anak dari rasa sakit

Berikanlah anak kegiatan/permainan yang tidak banyak melakukan aktivitas seperti berlari atau berjalan terlalu sering, agar pembuluh darah yang terluka tidak meradang dan menimbulkan nyeri.

9. Berikan obat tetes

Obat tetes dari dokter berfungsi untuk mempercepat proses pengeringan luka. Berikanlah minimal 3 kali dan setiap kali anak habis buang air kecil.

10. Hindari makanan pemicu alergi

Jenis makanan yang dapat menimbulkan alergi sebaiknya dihindari, terutama bagi anak pengidap alergi. Alergi dapat menimbulkan gatal pada luka.

11. Dampingi anak saat buang air kecil dan BAB

Hal yang paling menakutkan bagi anak setelah menjalani sunat adalah ketika harus buang air kecil dan BAB. Hal berikut inilah yang harus anda lakukan :
a. Yakinkan anak untuk mau melakukannya.

b. Jangan membasahi bekas luka dengan menyiramkan air.

c. Gunakan tisu untuk membersihkan air seni yang menempel.

d. Ketika anak BAB bantulah anak dengan menyiramkan bagian belakang tubuhnya tanpa mengenai bekas luka.

12. Bersihkan tubuh dengan cara dilap

Selama luka belum kering, sebaiknya gunakan waslap untuk membersihkan tubuh. Terutama bila bekas luka dibalut dengan perban.

13. Jangan menarik paksa perban

Beberapa tempat sunat masih menggunakan perban untuk menjaga agar luka tetap steril. Namun, menarik paksa perban akan menimbulkan luka baru pada bagian kulit yang baru tertutup.
Agar tidak menimbulkan nyeri pada pada anak lakukanlah hal berikut.

a. Mintalah anak untuk berendam dengan air hangat yang telah ditetesi cairan anti bakteri dan kuman setelah hari ketujuh.

b. Bantulah anak untuk melepas perban dengan pelahan-lahan.

Dengan perawatan yang baik, luka khitan akan berangsur mengering dan sembuh. Umumnya diperlukan waktu 2-4 minggu sampai luka benar-benar kering. Selama merawat luka khitan di rumah, bisa jadi terjadi hal-hal yang mengharuskan anak untuk segera dibawa ke dokter, diantaranya :

a. Terjadi pendarahan yang tak kunjung berhenti.

b. Mengalami kesulitan buang air kecil.

c. Jahitan terlepas sebelum waktunya (bekas jahitan meninggalkan luka terbuka).

d. Rasa sakit atau pembengkakan penis yang tidak berkurang atau hilang setelah minum obat, atau semakin parah.

e. Ada pembengkakan berwarna biru atau kehitaman.

f. Terbentuk nanah disertai demam.

14. Tunggu 2-3 hari untuk perawatan luka

Umumnya dokter menganjurkan pasien untuk kontrol pada hari ke tiga setelah sunat. Oleh sebab itu, tidak perlu banyak melakukan upaya merawat luka khitan di rumah, cukup lakukan tips-tips di atas hingga jadwal kunjungan tiba.

15. Persiapan sebelum kontrol ke dokter

Pada saat hari ke tiga sebelum kontrol ke dokter, maka ada persiapan yang harus dilakukan. Khususnya bagi yang luka jahitan khitannya dibalut perban. Pada hari ketiga dokter akan membuka perban, melihat ada tidaknya tanda-tanda infeksi dan penyulit lainnya, serta mengevaluasi penggunaan obat. Agar memudahkan dokter dan meminimalisir rasa sakit saat perban khitan dibuka, maka pasien dianjurkan untuk duduk berendam di air hangat. Rendamlah seluruh bagian kemaluan sekira selama 10 menit. Setelah itu pergilah ke dokter.

17. Ikuti saran dokter

Setelah dokter melakukan pemeriksaan, maka sesuai kondisinya dokter akan menyarankan hal-hal dibawah ini :

a. Ada nanah, berarti terjadi infeksi, mungkin dokter akan mengganti obat antibiotik atau menambah dosisnya.

b. Tidak ada nanah, berarti tidak ada masalah, lanjutkan pengobatan, jaga agar tetap kering dan bersih seperti langkah-langkah sebelumnya.

Demikan tips merawat luka sunat agar cepat kering, semoga bermanfaat.

Wa 0821 3449 5179, Pasang Behel Gigi Atas Harga Termurah Berbah

Bingung mencari tempat behel gigi terbaik ? Disini tempatnya untuk pasang behel gigi di Jogja . Baik behel gigi metal, behel gigi damon...