Sunat tanpa Jarum, Apakah mungkin?

Sunat tanpa Jarum, Apakah mungkin
Meski sudah memasuki usia sekolah, namun tak semua anak laki-laki berani atau siap untuk di sunat. Salah satu penyebabnya adalah takut sakit. Kita sebagai orang tua pasti juga was-was jika anak kita kesakitan. Tidak tega? Itu hal yang wajar. Namun apakah bisa sunat tanpa jarum suntik? Simak jawabnnya di bawah. Klinik Az-Zahra call 082134495179.

Masalah takut sunat karena takut jarum suntik merupakan hal wajar yang dirasakan oleh anak-anak. Menurut penjelasan dr. Mahdian Nur Nasution, sebenarnya ada teknik yang bernama needle-free injection dari Korea untuk tindakan anak sunat. Teknologi suntikan tanpa jarum ini memakai injektor berbentuk pompa sebagai pengganti jarum suntik. Pada dasarnya obat bius yang dipakai sama, sarafnya juga sama, yang berbeda hanya caranya memasukkan obat. Dengan alat ini obat bius ditembakkan dengan tekanan udara.

Tekanan udara tersebut membuat obat bius menjadi butiran-butiran kecil dan menembus ke kulit sehingga lebih cepat mencapai target saraf. Sama seperti penggunaan jarum suntik, lokasi "tembakan" ada di sekitar penis bagian atas untuk mencapai saraf dorsal di penis. "Alatnya tidak berbentuk seperti jarum suntik. Jadi dokter bisa menunjukkan dulu ke anak alatnya seperti apa sehingga anak tidak takut. Kalau anaknya nyaman, pengerjaannya juga lebih cepat.

Alat ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu alat semprot cairan anastesi yang terbuat dari kaca dengan ukuran, injektor, dan pompa injektor. Pada zaman dahulu alat tersebut biasa digunakan sebagai proses vasektomi, hanya saja suaranya lebih keras. Kalau alat untuk sunat/khitan ini suaranya halus, cocok untuk digunakan anak-anak khitan karena suara yang halus tidak membuat anak merasa ketakutan.

Penggunaan teknologi tanpa jarum suntik ini juga bisa menghindari reaksi pada kulit paska penyuntikan, seperti kulit menjadi biru atau nyeri yang tinggal lama. Dikombinasikan dengan teknik sunat klem, diharapkan tindakan sirkumsisi pada anak kini lebih nyaman dan penyembuhannya cepat. Anak pun diharapkan tidak akan menjadi "trauma" setelah disunat.

Namun alat tersebut belum merata ke semua wilayah. Masih banyak tempat khitan atau klinik khitan yang menggunakan jarum suntik. Adapun metode yang digunakan sama. Di Indonesia ada beberapa metode yang memang sangat dianjurkan untuk anak-anak dan sudah terbukti mengurangi rasa takut dan rasa sakit anak.

Berikut metode sunat/khitan yang sering digunakan :

1. Tradisional

Teknik ini mungkin sudah sangat jarang ditemui di daerah perkotaan. Teknik sunat tradisional biasanya dilakukan oleh bong supit (juru khitan), bengkong (dukun sunat dalam masyarakat Betawi), menggunakan pisau, silet, atau pun bambu yang telah ditajamkan. Peralatan yang akan dipakai tersebut di sterilkan dengan alkohol sebelum penggunaan. Tanpa pembiusan, kulit penis yang akan dipotong diregangkan dengan semacam alat penjepit, baru kemudian di potong dengan sekali iris. Setelah itu, bekas luka ditaburi semacam obat anti-infeksi dan dibalut tanpa melalui proses dijahit.

Kelebihan dari teknik ini adalah prosesnya cepat, sedangkan kekurangan yang dimiliki teknik ini yaitu berisiko terjadi perdarahan dan infeksi jika dilakukan dengan tidak benar dan tidak steril, berisiko terpotongnya saraf di sekitar penis yang bisa memengaruhi hubungan seksual kelak.

2. Konvensional

Metode satu ini masih banyak digunakan oleh dokter dan mantri sunat. Biasanya sebelum melakukan metode sunat konvensional, akan dilakukan pembiusan terlebih dahulu. Kemudian kulit ujung diiris melingkar menggunakan gunting atau pisau khusus bedah. Setelah itu kulit yang terkelupas akan dijahit. Proses pengerjaannya membutuhkan waktu sekira 30-50 menit dan masa pemulihannya lumayan lama.

Kelebihan yang dimiliki teknik konvensional yaitu rasa sakit minimal karena menggunakan bius lokal, resiko infeksi kecil karena menggunakan peralatan yang sudah sesuai dengan standar medis, biaya cukup terjangkau, bisa diterapkan pada pasien hiperaktif, autisme, dan anak yang berpenis kecil. Disamping kelebihan, teknik ini sudah pasti memiliki kekurangan, diantaranya yaitu proses pengerjaan cukup lama sekitar 30 - 50 menit, proses penyembuhan relatif lama, dan luka tidak boleh terkena air selama beberapa hari agar proses penyembuhan lebih cepat.

3. Electric cauter

Metode yang satu ini sering disebut sebagai sunat laser. Namun sebenarnya metode ini menggunakan alat seperti pistol yang dialiri listrik bukan sinar merah seperti laser. Saat listrik mengalir, ujung pistol yang terbuat dari logam akan panas dan memerah. Ketika itulah alat digunakan untuk menggunting ujung kulit tanpa berdarah karena panas yang langsung membekukannya. Metode ini tetap membutuhkan jahitan untuk menyambung kembali kulit, tetapi waktu pemulihannya lebih cepat daripada konvensional. Proses pengerjaannya memakan waktu 10-20 menit.

Teknik atau metode electric cauter ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya diantaranya resiko perdarahan minimal karena menggunakan elemen yang dipanaskan, cocok untuk anak di bawah usia 3 tahun yang pembuluh darahnya sangat kecil, waktu penyembuhan relatif lebih cepat dibandingkan metode konvensional, waktu pengerjaan lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Kekurangannya yaitu menimbulkan bau yang menyengat, seperti daging terbakar, serta dapat menyebabkan luka bakar, prosedur harus dilakukan oleh dokter ahli karena jika tidak dilakukan dengan benar, kulit penis dikhawatirkan dapat menutup kembali, pada anak yang sudah lebih besar, dokter biasanya menyarankan bius total.

4. Klem

Metode ini menggunakan tabung plastik khusus yang ukurannya menyesuaikan ukuran anak yang hendak di sunat. Metode klem membuat kulit ujung dijepit dengan menggunakan alat sekali pakai. Kemudian kulit itu di potong dengan pisau bedah. Metode ini tidak membutuhkan penjahitan. Hanya saja klem harus di pasang hingga luka mengering sekitar 3-6 hari. Proses pengerjaanya sekira 7-10 menit.

Kelebihan dari metode klem yaitu perdarahan minimal, tanpa jahitan maupun perban, luka khitan boleh kena air, proses cepat, hanya sekitar 7 - 10 menit, rasa sakit minimal, si kecil bisa langsung beraktivitas seperti biasa pasca khitan. Kekurangannya yaitu biaya lebih mahal dibandingkan metode konvensional dan klem yang menempel pada penis dapat membuat si kecil merasa tak nyaman.

5. Laser CO2
Inilah metode sunat / khitan laser yang sesungguhnya. Meski masih sangat jarang dilakukan, metode sunat laser sudah tersedia di Indonesia, terutama di kota besar, seperti Jakarta. Laser yang digunakan adalah laser CO2. Setelah dibius lokal, kulit penis yang hendak dipotong ditarik dan dijepit dengan klem. Laser CO2 kemudian memotong kulit penis tanpa mengeluarkan setetes darah pun. Meski begitu, kulit tetap harus dijahit agar proses penyembuhan sempurna.

Kelebihan yang di miliki teknik/metode laser CO2 ini dibandingkan metode yang lain yaitu relatif cepat, dalam waktu 10 - 15 menit sudah selesai, tidak ada perdarahan, kalaupun ada, sangat sedikit, proses penyembuhan cepat, rasa sakit minimal, hasil secara estetika lebih baik. Kekurangannya yaitu harga relatif mahal dan hanya tersedia di rumah sakit besar.

Demikian informasi yang bisa kami infokan. Semoga bermanfaat.

Wa 0821 3449 5179, Pasang Behel Gigi Atas Harga Termurah Berbah

Bingung mencari tempat behel gigi terbaik ? Disini tempatnya untuk pasang behel gigi di Jogja . Baik behel gigi metal, behel gigi damon...