Ketika seorang anak laki-laki telah memasuki masa akil balig, menurut hukum Islam dianjurkan untuk khitan (sunat). Tradisi ini sudah dikenal sejak zaman Nabi Ibrahim. Tujuan dari sunat/khitan itu sendiri yaitu untuk membersihkan kotoran yang melekat pada daerah kemaluan.
Seiring dengan perkembangan zaman, prosedur sunat banyak mengalami perkembangan pesat, mulai dari tradisional, konvensional, hingga modern. Namun, prosedur tersebut harus disesuaikan karena setiap anak lelaki yang hendak di sunat memiliki kondisi penis yang berbeda-beda sesuai dengan berat badannya.
Beberapa kendala sering ditemukan, salah satunya sunat pada anak bertubuh gemuk. Ada yang memiliki penis kecil atau disebut mikropenis. Ada juga yang terkubur lemak atau buried penis.
Banyak orangtua mungkin khawatir dengan kondisi anaknya yang gemuk apakah nantinya akan mengganggu saat mengalami proses sunat atau tidak. Proses sunat bisa dilakukan kepada siapa pun anak laki-laki. Tapi mungkin memang ada yang dianjurkan bagi anak yang berbadan gemuk. Berikut penjelasannya dibawah ini mengenai metode sunat terbaik untuk anak gemuk. Klinik Az-Zahra 082134495179.
Sudah di jelaskan di awal, masalah sunat/khitan pada anak yang gemuk yaitu kondisi penis. Biasanya akan muncul 2 kondisi penis anak yang bertubuh gemuk :
1. Penis tetap memiliki ukuran normal, tapi tampak kecil, sebab ditutupi dengan lapisan lemak yang ada di bawah perut.
2. Kondisi mikro penis atau ukuran penis yang ada di bawah rata-rata orang yang normal.
Kondisi anak yang betubuh gemuk membutuhkan metode sunat dengan tingkat kesulitan lebih dibandingkan dengan sunat anak yang bertubuh ideal atau biasa. Dokter yang sudah berkompeten di bidangnya harus lebih jeli dalam menentukan berapa kulit penis yang harus terpotong sesuai anatomi penis sebagiannya tersembunyi karena tertutup lemak.
Dengan kondisi seperti itu biasanya anak disarankan untuk melakukan berbagai terapi, salah satunya yaitu terapi hormonal sebelum dilakukan tindakan sunat. Hal ini membuat anak menjadi cepat mengalami pubertas, tumbuh rambut dewasa, dan suara berubah. Akan tetapi, apabila melakukan terapi hormon tentu sangat berisiko tinggi. Selain sang anak mengalami pubertas dini, pertumbuhannya juga dapat terganggu karena terapi hormonal tidak bisa dilakukan hanya satu kali. Namun, harus dilakukan sekitar tiga kali selama 25-50 hari. Metode terapi untuk sunat anak bertubuh gemuk, sebagai berikut :
1. Terapi Hormon
Apabila kulit kulup dipotong terlalu banyak, penis bisa terlihat lebih pendek ketika ereksi. Apabila kulit kulup dipotong terlalu sedikit, justru penis ditutup kulup atau seperti belum disunat. Jika terjadi hal ini maka harus mengalami sunat ulang. Maka anak biasanya disarankan untuk melakukan untuk terapi hormon.
2. Pembuatan Sayatan
Teknik sunat untuk anak gemuk bisa dilakukan dengan sayatan, atau jahitan atau simpul berbeda teknik sunat. Jarum bisa dipilih yang kecil supaya tidak terjadi perdarahan. Kemudian juga bisa diberikan pembiusan jahitan agar lebih rapat sehingga kulit kulup bisa lebih tertutup.
Setelah pemberian terapi, jika hasil sesuai yang diharapkan anak diijinkan untuk sunat dengan dokter yang selama ini memberikan konsultasi. Metode yang digunakan sama dengan anak yang lainnya, seperti :
1. Tradisional
Teknik ini mungkin sudah sangat jarang ditemui di daerah perkotaan. Teknik sunat tradisional biasanya dilakukan oleh bong supit (juru khitan), bengkong (dukun sunat dalam masyarakat Betawi), menggunakan pisau, silet, atau pun bambu yang telah ditajamkan. Peralatan yang akan dipakai tersebut di sterilkan dengan alkohol sebelum penggunaan. Tanpa pembiusan, kulit penis yang akan dipotong diregangkan dengan semacam alat penjepit, baru kemudian di potong dengan sekali iris. Setelah itu, bekas luka ditaburi semacam obat anti-infeksi dan dibalut tanpa melalui proses dijahit.
Kelebihan dari teknik ini adalah prosesnya cepat, sedangkan kekurangan yang dimiliki teknik ini yaitu berisiko terjadi perdarahan dan infeksi jika dilakukan dengan tidak benar dan tidak steril, berisiko terpotongnya saraf di sekitar penis yang bisa memengaruhi hubungan seksual kelak.
2. Konvensional
Metode satu ini masih banyak digunakan oleh dokter dan mantri sunat. Biasanya sebelum melakukan metode sunat konvensional, akan dilakukan pembiusan terlebih dahulu. Kemudian kulit ujung diiris melingkar menggunakan gunting atau pisau khusus bedah. Setelah itu kulit yang terkelupas akan dijahit. Proses pengerjaannya membutuhkan waktu sekira 30-50 menit dan masa pemulihannya lumayan lama.
Kelebihan yang dimiliki teknik ini yaitu rasa sakit minimal karena menggunakan bius lokal, resiko infeksi kecil karena menggunakan peralatan yang sudah sesuai dengan standar medis, biaya cukup terjangkau, bisa diterapkan pada pasien hiperaktif, autisme, dan anak yang berpenis kecil. Disamping kelebihan, teknik ini sudah pasti memiliki kekurangan, diantaranya yaitu proses pengerjaan cukup lama sekitar 30 - 50 menit, proses penyembuhan relatif lama, dan luka tidak boleh terkena air selama beberapa hari agar proses penyembuhan lebih cepat.
3. Electric cauter
Metode yang satu ini sering disebut sebagai sunat laser. Namun sebenarnya metode ini menggunakan alat seperti pistol yang dialiri listrik bukan sinar merah seperti laser. Saat listrik mengalir, ujung pistol yang terbuat dari logam akan panas dan memerah. Ketika itulah alat digunakan untuk menggunting ujung kulit tanpa berdarah karena panas yang langsung membekukannya. Metode ini tetap membutuhkan jahitan untuk menyambung kembali kulit, tetapi waktu pemulihannya lebih cepat daripada konvensional. Proses pengerjaannya memakan waktu 10-20 menit.
Teknik atau metode electric cauter ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya diantaranya resiko perdarahan minimal karena menggunakan elemen yang dipanaskan, cocok untuk anak di bawah usia 3 tahun yang pembuluh darahnya sangat kecil, waktu penyembuhan relatif lebih cepat dibandingkan metode konvensional, waktu pengerjaan lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Kekurangannya yaitu menimbulkan bau yang menyengat, seperti daging terbakar, serta dapat menyebabkan luka bakar, prosedur harus dilakukan oleh dokter ahli karena jika tidak dilakukan dengan benar, kulit penis dikhawatirkan dapat menutup kembali, pada anak yang sudah lebih besar, dokter biasanya menyarankan bius total.
4. Klem
Metode ini menggunakan tabung plastik khusus yang ukurannya menyesuaikan ukuran anak yang hendak di sunat. Metode klem membuat kulit ujung dijepit dengan menggunakan alat sekali pakai. Kemudian kulit itu di potong dengan pisau bedah. Metode ini tidak membutuhkan penjahitan. Hanya saja klem harus di pasang hingga luka mengering sekitar 3-6 hari. Proses pengerjaanya sekira 7-10 menit.
Kelebihan dari metode klem yaitu perdarahan minimal, tanpa jahitan maupun perban, luka khitan boleh kena air, proses cepat, hanya sekitar 7 - 10 menit, rasa sakit minimal, si kecil bisa langsung beraktivitas seperti biasa pasca khitan. Kekurangannya yaitu biaya lebih mahal dibandingkan metode konvensional dan klem yang menempel pada penis dapat membuat si kecil merasa tak nyaman.
5. Laser CO2
Inilah metode sunat / khitan laser yang sesungguhnya. Meski masih sangat jarang dilakukan, metode sunat laser sudah tersedia di Indonesia, terutama di kota besar, seperti Jakarta. Laser yang digunakan adalah laser CO2. Setelah dibius lokal, kulit penis yang hendak dipotong ditarik dan dijepit dengan klem. Laser CO2 kemudian memotong kulit penis tanpa mengeluarkan setetes darah pun. Meski begitu, kulit tetap harus dijahit agar proses penyembuhan sempurna.
Inilah metode sunat / khitan laser yang sesungguhnya. Meski masih sangat jarang dilakukan, metode sunat laser sudah tersedia di Indonesia, terutama di kota besar, seperti Jakarta. Laser yang digunakan adalah laser CO2. Setelah dibius lokal, kulit penis yang hendak dipotong ditarik dan dijepit dengan klem. Laser CO2 kemudian memotong kulit penis tanpa mengeluarkan setetes darah pun. Meski begitu, kulit tetap harus dijahit agar proses penyembuhan sempurna.
Kelebihan yang di miliki teknik/metode laser CO2 ini dibandingkan metode yang lain yaitu relatif cepat, dalam waktu 10 - 15 menit sudah selesai, tidak ada perdarahan, kalaupun ada, sangat sedikit, proses penyembuhan cepat, rasa sakit minimal, hasil secara estetika lebih baik. Kekurangannya yaitu harga relatif mahal dan hanya tersedia di rumah sakit besar.
Tips bagi anak gemuk yang hendak di sunat, sebagai berikut :
1. Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Tujuannya untuk mengetahui jenis kondisi penis sang anak.
2. Edukasi sejak dini kepada anak. Pastikan anak benar-benar ingin disunat sesuai dengan permintaan mereka sendiri tanpa ada paksaan. Jika hal ini tidak dilakukan, kemungkinan anak justru akan memberontak ketika proses sunat, dan jelas membuat tenaga medis kesulitan melakukan tindakan.
3. Sering tarik kulup (kulit sekitar penis). Hal ini sebaiknya dilakukan sejak bayi. Tujuannya agar penis tidak mengalami perlengketan di area kepala penis. Sehingga, penis bersih dari kotoran-kotoran yang menempel di area tersebut.
4. Awasi pola makan, karena anak yang gemuk cenderung memiliki lemak berlebih, terutama di sekitar selangkangan dan area penis.
5. Beri pengertian agar anak lebih siap menghadapi proses sunatan.
Sumber: dr Mahdian Nur Nasution SpBS
Sedangkan penanganan paska sunat untuk anak gendut, sebagai berikut :
1. Pastikan penis tetap bersih dan terjaga sehingga terhindar dari infeksi, khususnya setelah buang air kecil.
2. Hindari penis terkena air, sehingga saat kondisi membersihkan penis menggunakan sabun atau produk tertentu yang di dalamnya terkandung bahan kimia tidak merusak penis.
3. Sebaiknya ganti perban saja atau bersihkan klem setiap hari. Nanti biasanya dokter akan memberikan cairan antiseptik agar klem tetap steril.
4. Diperbolehkan mengonsumsi obat anti sakit untuk sehingga nyeri bisa diatasi dengan baik.
5. Jangan biarkan anak anda mengendarai sepeda sampai luka sunat benar-benar sembuh.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, sebagai berikut :
Anda harus segera menemui dokter apabila terjadi beberapa hal sebagai berikut :
1. Perdarahan tidak bisa berhenti.
2. Ujung penis terus keluar cairan mengandung nanah yang berbau busuk.
3. Anak tidak bisa mengeluarkan urine seperti biasa.
4. Setelah disunat, maka sebaiknya proses buang air kecil tetap dilakukan secara hati-hati. Bersihkan saja dengan tisu sehingga tidak menambah luka.
5. Jika waktu dalam dua minggu, penis dalam kondisi masih bengkak.
Demikian informasi yang dapat kami share mengenai metode sunat terbaik untuk anak gemuk. Semoga bermanfaat.
