Akhir-akhir ini banyak berkembang metode sirkumsisi (khitan) selain menggunakan teknik sunat dengan pisau bedah yaitu dengan menggunakan “laser”. Banyak dari orangtua mencari klinik ataupun dokter yang memiliki alat “laser” ini. Namun yang disayangkan, banyak kesalahpahaman makna dari alat laser itu sendiri. Sunat laser yang banyak dipakai sekarang tidak lebih sesungguhnya hanyalah merupakan suatu alat biasa yang terdiri dari elemen yang dipanaskan (seperti solder) atau dalam istilah medis dinamakan elektrocautery (kauter). Sebenarnya, sunat laser memiliki risiko 10 persen lebih tinggi untuk mengalami perdarahan. Begitu juga dengan sunat tanpa benang jahit menggunakan cyanoacrylate. Namun, ada penelitian medis yang menggunakan gabungan antara laser CO2 dan cyanoacrylate sebagai upaya untuk mempercepat proses operasi sekaligus mengurangi perdarahan. Simak informasi lebih lanjut mengenai sunat dengan metode laser, sebagai berikut : Klinik Az-Zahra Jogja call 082134495179.
Sunat bertujuan mengangkat jaringan yang menutupi ujung penis. Jaringan penutup ini biasa dikenal dengan sebutan kulup. Sunat bisa dilakukan kepada bayi laki-laki yang baru lahir, tapi umumnya dilakukan kepada anak laki-laki yang sudah dewasa.
Proses sunat tidak membutuhkan waktu lama. Pada bayi yang baru lahir, sunat dapat dilakukan di rumah sakit ketika bayi belum dibawa pulang atau bisa pula dilakukan di rumah setelah bayi pulang. Waktu yang dibutuhkan dalam proses menyunat bayi berkisar 5-10 menit. Sementara proses penyunatan anak-anak atau dewasa bisa membutuhkan waktu hingga satu jam dan akan sembuh setelah 5-7 hari.
Tradisi sunat yang sudah dilakukan sejak dahulu memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan sunat bagi laki-laki yaitu :
1. Mengurangi risiko penularan penyakit seksual.
2. Mengurangi risiko kanker serviks pada pasangan seks wanita dan menurunkan risiko kanker penis.
3. Menjaga kebersihan ujung penis dengan lebih mudah.
4. Mencegah radang kepala penis dan kulup (balanoposthitis).
5. Mencegah peradangan glans (balanitis).
Di sisi lain, ada juga kekurangan dari sunat. Tidak dapat dimungkiri, semua tindakan bedah memiliki risiko, meskipun rendah. Begitu juga dengan sunat, memiliki risiko-risiko seperti berikut:
1. Ada rasa sakit.
2. Iritasi bagian ujung penis.
3. Risiko penis mengalami cedera.
4. Risiko perdarahan dan infeksi di luka bekas sunat.
5. Peningkatan risiko radang di ujung pembukaan penis.
Terlepas dari kelebihan dan kekurangan yang ada, penelitian telah membuktikan bahwa penis yang tidak disunat pun dapat terhindar dari masalah-masalah yang umum terjadi. Mengenai sunat yang dapat membantu menghindarkan dari penularan penyakit seksual, tanpa disunat pun dapat terhindar dari hal tersebut selama menggunakan kondom pada saat berhubungan seks. Di sisi lain, kekurangan dari sunat juga tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Sebab, kini sudah ada metode sunat laser yang prosesnya dirasa lebih baik daripada metode konvensional yang menggunakan pisau bedah.
Saat ini telah dikembangkan metode sunat laser, yaitu sunat yang menggunakan laser. Metode ini tidak lagi menggunakan pisau bedah untuk membuang kulup pada penis. Penelitian telah membuktikan bahwa sunat menggunakan laser memiliki beberapa keunggulan, yaitu :
1. Waktu perdarahan lebih singkat menggunakan laser dibandingkan dengan teknik konvensional menggunakan pisau bedah.
2. Sunat laser diperkirakan lebih cepat sembuh karena sistem lem jaringan yang digunakan lebih unggul daripada penggunaan jahitan bagian tepi luka pada metode menggunakan pisau bedah.
3. Waktu yang diperlukan untuk proses pengerjaannya jauh lebih singkat dibandingkan dengan sunat menggunakan pisau bedah.
4. Dari segi penampilan lebih baik dibandingkan sunat dengan pisau bedah.
5. Meskipun banyak keuntungannya, biaya sunat laser sama dengan menggunakan pisau bedah.
Walau demikian, masih dibutuhkan penelitian yang lebih besar untuk membuktikan efektivitas sunat menggunakan laser. Melihat keuntungan sunat laser, kini anda memiliki pilihan lain dalam menjalani sunat. Anda tidak perlu menunda-nunda sunat hanya karena khawatir dengan pisau bedah, sebab ada metode laser yang dirasa lebih nyaman.
Adapun media panas yang digunakan untuk memotong jaringan kulit/kulup bukanlah panas dari cahaya tapi panas yang berasal dari elemen logam. Alat seperti ini digolongkan sebagai low frequent electro cauter (LFEC) dan tidak memiliki standarisasi keamanan secara medis .
Electro cauter jenis ini sering disalahartikan oleh penduduk Indonesia sebagai sunat laser yang sesungguhnya. Sebenarnya yang digunakan oleh mereka bukanlah laser, melainkan elemen logam yang dipanaskan dengan energi listrik 300 watt untuk memotong jaringan kulit. Cara kerjanya mirip seperti setrika.
Cara kerja LFEC cukup sederhana, namun akibatnya sangat kompleks. Penggunaan LFEC dalam operasi dapat memproduksi efek luka bakar yang luas dan dalam pada jaringan kulit. Luka bakarnya bisa sampai 0,5 cm. Semua jaringan dan pembuluh darah akan terbakar dalam dan luas. Kalaupun sirkumsisinya dilakukan dengan benar, scar (kulit abnormal) yang ditimbulkan akan berbekas berupa geratan permanen atau membuat kulit keriput.
Laser yang marak digunakan dalam dunia medis untuk berbagai pengobatan maupun media operasi, laser juga digunakan dalam sirkumsisi atau khitan dengan jenis laser Sharplan Sure-touch CO2. Prosedur khitan modern ini harus dilakukan dibawah kendali dokter yang sudah sangat berpengalaman.
Dalam penggunaannya untuk sirkumsisi/khitan/sunat, prosesnya tetap menggunakan circum clamp atau plestible tetapi pemotongnya tidak menggunakan bisturi (pisau bedah) seperti pada khitan konvensional, melainkan dengan laser. Setelah prepusium (kulit penutup bagian kepala penis/kulup-red.) dibebaskan dari perlengketan dengan glans penis dan dibersihkan, tepi atas dan tepi bawah prepusium dijepit dengan klem. Kedua klem ditarik dan prepusium dijepit melintang dari tepi atas ke bawah. Barulah prepusium dipotong dengan laser CO2 ini.
Secara teknis, panas dari cahaya radiasi akan memotong jaringan kulit dengan efek luka bakar jaringan yang diterima kurang dari 1 mm. Pembuluh darah yang terpotong akan langsung dikoagulasi dengan luka bakar yang sangat halus sehingga jarang mengeluarkan darah dan kemungkinan infeksinya lebih sedikit.
Waktu operasi yang cepat (10-15 menit), perdarahan sangat sedikit bahkan bisa tidak ada, rasa sakit setelah terapi minimal, aman, hasil secara estetik lebih baik dan waktu penyembuhan yang cepat, adalah keuntungan khitan dengan laser CO2 . Prosedur ini cocok untuk sunat yang dilakukan pada umur-umur agak dewasa karena rasa sakit, yang ditimbulkan oleh sunat cara operasi untuk orang sudah cukup berumur, lebih parah dari pada jika dilakukan pada usia muda dan lukanya pun agak lama sembuhnya.
Kelemahan dari cara laser adalah masalah harga. Mahalnya harga alat untuk menghasilkan laser CO2 membuat alat ini masih dimonopoli oleh rumah sakit-rumah sakit besar. Alat Sharplan Suretouch CO2 dijual dengan harga kira-kira 63.275 dolar AS.
Berikut tahapan sirkumsisi/khitan/sunat dengan menggunakan Laser CO2 Suretouch dari Sharplan:
1. Setelah disuntik kebal (anaestesi lokal), preputium ditarik, dan dijepit dengan klem. Laser CO2 digunakan untuk memotong kulit yang berlebih.
2. Setelah klem dilepas,kulit telah terpotong dan tersambung dengan baik, tanpa setetes darahpun keluar. Walaupun demikian kulit harus tetap dijahit supaya penyembuhan sempurna.
3. Dalam waktu 10-15 menit, sunat selesai, perhatikan potongan kulit yang dibuang. Cara sirkumsisi seperti ini cocok untuk anak pra-pubertal. Untuk sunat dewasa caranya akan sedikit berbeda.
Sebenarnya ada jenis electro cauter yang cukup aman digunakan dalam khitan. Jenisnya adalah high frequent electro cauter (HFEC). Alat ini berfungsi untuk membakar pembuluh darah yang terpotong dengan cepat sehingga perdarahan dapat diatasi dengan mudah. High frequent electro cauter memiliki standardisasi medis yang jelas. Alat ini bukan laser. Seperti jarum tato, tidak menyala tapi panasnya bisa untuk memotong jaringan kulit dan bisa dipakai untuk khitan. Luka bakar yang ditimbulkan oleh HFLC hampir sama seperti laser tapi relatif lebih besar. Kalau laser bisa 0,1 mm, HFLC bisa 0,3 mm. Namun, tetap jauh dari LHLC yang bisa sampai 0,5 cm. Harga alat ini relatif lebih murah jika dibandingkan dengan laser CO2, yaitu berkisar Rp 60 jutaan.
Demikian informasi mengenai sunat dengan metode laser. Semoga bermanfaat.

