Sunat atau khitan atau (bahasa medis : sirkumsisi) merupakan suatu tindakan bedah yang bertujuan untuk melepaskan kulup atau kulit yang menutupi ujung penis. Banyak orang dari masyarakat luas yang menganggap khitan/sunat berhubungan dengan syariat Islam, khususnya Indonesia. Padahal khitan/sunat bukan hanya anjuran dari agama Islam, karena jika dilihat dari segi kesehatan pun khitan memiliki banyak manfaat dan melindungi diri dari berbagai penyakit tertentu. Setelah proses sunat, luka jahitan dan luka bekas pemotongan membutuhkan waktu untuk sembuh sama seperti luka pada umumnya. Dengan perawatan luka yang baik biasanya luka mengering sekitar seminggu setelah tindakan. Namun, keadaan tersebut tidak terlepas dengan makanan yang di konsumsi. Nahh disini kita bahas tuntas mengenai makanan anak sunat agar luka cepat kering. Klinik Az-Zahra Jogja call 082134495179.
Sebagian dari masyarakat Indonesia menganut kepercayaan tertentu mengenai makanan pantangan dan anjuran setelah khitan/sunat. Sebenarnya tidak ada makanan yang menjadi pantangan setelah sunat, hanya saja konsumsilah makanan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi. Pada dasarnya tidak ada pantangan memakan makanan lembek setelah proses sunat. Tidak ada ketentuan makanan tertentu yang boleh atau tidak boleh di makan. Hanya saja mempercepat penyembuhan luka justru dibutuhkan nutrisi yang tinggi terutama protein yang tinggi. Protein bisa didapat dari susu, daging, serta telur. Kurangnya asupan nutrisi justru bisa memperlambat proses penyembuhan luka.
Kepercayaan orang zaman dulu, berikut jenis makanan yang menjadi pantangan paska sunat :
1. Telur
Dulu kata orang tua, pasca sunat itu tidak boleh makan telur. Padahal, anak pasca sunat baik untuk mengonsumsi telur. Telur memiliki kandungan protein yang tinggi. Protein sendiri mampu membantu pembangunan jaringan yang rusak di kulit. Selain itu, protein dapat meningkatkan kekebalan tubuh.
2. Brokoli
Brokoli merupakan sayuran yang dapat jadi pilihan teman makananan pokok Anda. Dalam kaitanyya dengan penyembuhan luka, brokoli memiliki kekayaan gizi yang beragam. Kandungan vitamin C di dalamnya sudah bisa memenuhi kebutuhan vitamin C dalam sehari jika dimakan dalam kadar tertentu. Adapun vitamin C adalah yang membantu menghindari terjadinya infeksi diluka. Vitamin K di brokoli juga bagus bagi perawatan kulit dan membuat kulit lebih bening.
3. Tomat
Tomat sudah dikenal baik untuk mempercepat penyembuhan luka. Hal itu karena kandungan likopen dalam tomat. Likopen adalah antioksidan paling kuat yang mencegah tumbuhnya kanker. Senyawa fenol di dalamnya juga bermanfaat untuk melawan radikal bebas.
4. Bayam
Zat besi dan bayam adalah dua kata yang tidak bisa dipisahkan. Kandungan zat besi di dalam bayam mampu membantu mebantu mengaktifkan vitamin untuk menjaga kesehatan kulit. Selain itu, ada senyawa sulfur di bayam yang mendukung sintesis kolagen dikulit.
5. Kacang
Polong Kacang Polong mengandung zinc. Senyawa zinc membantu pembelahan sel yang membantu tubuh menggunakan protein untuk mempercepat penyembuhan luka.
Padahal dari ke-5 makanan yang menjadi pantangan setelah sunat pada zaman dulu tersebut mampu mempercepat penyembuhan luka. Kandungan gizi yang tinggi khususnya protein wajib diberikan setelah sunat, untuk itu hal-hal yang menjadi pantangan orang zaman dulu jangan ditiru. Mitos jika ada pantangan makanan setelah sunat. Paska sunat tidak ada pantangan apapun dalam hal makanan.
Namun bukan hanya dari segi makanan yang akan mempercepat penyembuhan luka, tetapi luka juga harus dirawat dengan cara yang tepat dan baik, sebagai berikut :
Setelah seseorang dikhitan, biasanya akan membutuhkan waktu sekitar satu minggu sampai sepuluh hari agar bekas lukanya kering dan dapat menutup dengan sempurna. Sedangkan untuk
1. Segeralah minum obat analgesik
Segera setelah dikhitan sebaiknya minumlah obat analgesik (penghilang nyeri) yang diberikan dokter untuk menghindarkan rasa sakit setelah obat anestesi lokal yang disuntikkan habis diserap tubuh. Umumnya obat anestesi mampu bertahan antara satu jam sampai satu setengah jam setelah disuntikkan. Diharapkan setelah obat bius tersebut habis masa kerjanya maka dapat tergantikan dengan obat analgesik. Minumlah obat antibiotik secara teratur (umumnya diberikan untuk 5-10 hari) agar tidak terjadi infeksi yang pada akhirnya akan menghambat penyembuhan luka khitan.
2. Jagalah daerah alat kelamin tetap bersih dan kering
Usahakan celana yang digunakan anak lebih longgar untuk menghindari gesekan. Apabila sudah kencing, bersihkan ujung lubang kencing secukupnya secara perlahan, usahakan jangan mengenai luka khitan. Biasanya bercak-bercak darah bekas khitan juga akan menumpuk dan tampak seperti “borok” yang dapat mengganggu kesehatan. Jadi, sering-seringlah membersihkan penis setelah disunat. Caranya adalah dengan mengoleskan minyak habbatussauda (jinten hitam) dua kali sehari sehabis mandi. Penggunaan iodine atau rivanol untuk membersihkan luka menurut pengalaman kami kurang memuaskan hasilnya. Jika sudah lebih dari 3 hari maka bekas luka khitan boleh dibersihkan dengan air hangat. Caranya masukkan kassa steril ke dalam air hangat lalu peraslah dan bersihkan secara perlahan “bekas darah” tersebut sampai terlepas.
3. Bengkak pada alat kelamin merupakan kejadian normal
Bekas suntikan obat anestesi/bius di pangkal penis (terutama bagian atas) terkadang dapat menimbulkan bengkak yang sebenarnya akan diserap sendiri oleh tubuh dan kempes dalam waktu 1-2 minggu. Jika dirasakan mengganggu boleh dibantu dengan cara mengkompresnya selama 5-10 menit dengan kassa yang dicelupkan air hangat, dapat dilakukan 2 kali dalam sehari. Perlakuan ini bisa dilakukan mulai 2 hari setelah berkhitan dan usahakan air tersebut tidak mengenai lukanya.
4. Mengatur makanan
Sebenarnya tidak ada pantangan makanan tertentu yang khusus untuk pasien khitan. Ikan, telur dan daging bukan suatu “larangan untuk dimakan” karena hal tersebut hanyalah “mitos” yang salah dan banyak berkembang di masyarakat. Sebaliknya kandungan vitamin dan protein yang terkandung dalam makanan tersebut diperlukan tubuh untuk membantu proses penyembuhan luka agar lebih cepat kering.
Ikan, telur dan daging hanyalah pantangan bagi mereka yang memang “alergi” terhadap makanan tersebut. Cirinya adalah setiap kali orang tersebut mengkonsumsi makanan tersebut maka menyebabkan reaksi alergi (gatal, bentol, dan lain-lain) dan hal tersebut sudah berlangsung lama semenjak lahir/kecil dan bukan pada saat proses khitan saja.
Adapun pedas, mie dan minuman bersoda atau softdrink sebaiknya memang dihindari karena dapat mengganggu kesehatan secara umum, misalnya menimbulkan gangguan pencernaan atau radang tenggorokan yang dapat menurunkan kesehatan pasien secara umum. Hal tersebut akan menghambat proses penyembuhan luka khitan karena konsentrasi kekebalan tubuh jadi terpecah untuk menyembuhkan luka sekaligus mengobati masalah kesehatan yang lain. Jadi ada baiknya selama masa penyembuhan kita tidak memakan makanan yang bisa merugikan kesehatan kita.
5. Tidak perlu berlebihan
Biasanya orang yang terlalu khawatir akan penyembuhan luka pasca khitan menggunakan berbagai obat ataupun salep secara berlebihan. Hal ini justru sangat tidak dianjurkan karena bisa menjadi kotoran yang berdampak pada infeksi bila tidak rajin dibersihkan. Selama 4-5 hari setelah khitan sebaiknya mandi dengan cara dilap tubuhnya. Setelah waktu itu jika luka khitan sudah kering maka diperbolehkan mandi dengan air seperti biasanya.Gunakanlah sabun secukupnya dan tidak berlebihan agar tidak menyebabkan perih apabila mengenai bekas luka khitan. Berbagai cara modern yang dilakukan sekarang untuk proses khitan seperti laser ternyata bisa berakibat pada luka yang tidak menutup sempurna. Sampai sekarang proses khitan metode konvensional yang klasik cukup baik disamping juga metode klamp.
6. Usahakan tidak bergerak terlalu aktif
Istirahat untuk beberapa hari sangat diperlukan untuk menghindari bengkak (oedem) yang berlebihan. Kalau memang harus berjalan, tidak apa-apa seperlunya. Hal yang penting yaitu jangan melakukan aktifitas yang berlebihan seperti melompat-lompat atau berlari-lari. Hubungan seksual juga sebaiknya ditahan sampai penisnya sembuh total. Jadi, buat kamu yang melakukan khitan di usia dewasa maka harus puasa dulu selama satu setengah bulan.
7. Kontrol dan melepas perban
Penggantian perban dapat dilakukan setiap 2-3 hari tergantung perkembangan luka khitan. Jika anda sudah mahir hal tersebut dapat dilakukan sendiri di rumah. Jika merasa kesulitan sebaiknya dibawa ke dokter. Lakukan kontrol rutin ke dokter yang mengkhitan pada hari ketiga dan pada hari kelima-ketujuh apabila luka khitan sudah betul-betul kering maka perban bisa dilepaskan secara total. Sebelumnya lakukan pemberian air hangat, baby oil atau minyak kelapa pada perban dengan cara meneteskan secukupnya. Kulit luka dan perban akan melunak, sehingga mudah dilepaskan. Jika diperlukan, pelepasan perban dapat dibantu dengan penggunaan anestesi spray untuk mengurangi nyeri.
Demikian informasi mengenai makanan anak sunat agar luka cepat kering. Semoga bermanfaat dan lekas sembuh.

